Spesialis Trauma dan Fraktur
di Singapura

Tim Spesialis Bedah Ortopedi Trauma & Fraktur Kami
Di HC Bedah Ortopedi, para spesialis ortopedi kami memiliki pengalaman kolektif lebih dari 50 tahun dalam mendiagnosis serta menangani berbagai cedera trauma dan fraktur. Dengan keahlian dan teknik ortopedi mutakhir, tim kami fokus memberikan diagnosis akurat serta penanganan tepat waktu untuk menstabilkan cedera, mendukung penyembuhan tulang, serta membantu pasien kembali bergerak dan berfungsi normal.
-
Spesialis Bedah Ortopedi Trauma & Fraktur
-
Operasi Fraktur & Penanganan Cedera
-
Perawatan untuk Mengembalikan Stabilitas Tulang, Kekuatan & Gerak

Dr Henry Chan
Direktur Medis & Konsultan Senior Bedah Ortopedi
Kualifikasi
MBBS (S’pore), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)

Dr Nicholas Yeoh
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
Kualifikasi
MBChB (Edinburgh), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)

Dr Toon Dong Hao
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
Kualifikasi
MBChB (Leeds), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)

Dr Tang Zhi Hao
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
Kualifikasi
MBBS (S’pore), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)
Memahami Kondisi
Apa Itu Trauma dan Fraktur Ortopedi?
Trauma ortopedi adalah cedera pada tulang, sendi, otot, ligamen, atau tendon sistem muskuloskeletal akibat kecelakaan mendadak atau benturan keras. Fraktur adalah salah satu trauma ortopedi paling umum, terjadi ketika tulang patah karena benturan berlebih dari jatuh, cedera olahraga, kecelakaan lalu lintas, atau sebab fisik lain.
Cedera bisa ringan berupa retakan tipis hingga patah kompleks dengan banyak pecahan tulang atau kerusakan jaringan lunak. Berdasarkan lokasi dan jenis cedera, pasien bisa merasakan nyeri, bengkak, memar, bentuk tak wajar, atau kesulitan bergerak.
Memahami Perbedaannya
Memahami Jenis Trauma & Fraktur
Trauma ortopedi mencakup cedera pada tulang, sendi, dan jaringan lunak sekitar akibat jatuh, kecelakaan, atau cedera olahraga. Cedera dapat berupa patah tulang, dislokasi sendi, atau robekan ligamen yang mengganggu stabilitas dan pergerakan. Tergantung lokasi serta tingkat keparahannya, trauma dapat memengaruhi bagian tubuh yang berbeda.
-
Fraktur Geriatri pada Lansia
Orang tua lebih rentan patah tulang karena kepadatan tulang menurun dan risiko jatuh meningkat. Contoh umum antara lain fraktur pinggul, patah pergelangan tangan, dan fraktur kompresi tulang belakang. Cedera seperti ini berdampak pada mobilitas dan kemandirian sehingga perlu penanganan serta rehabilitasi segera.
-
Trauma & Fraktur Tulang Belakang
Cedera tulang belakang bisa terjadi karena jatuh, kecelakaan, atau benturan berat. Contohnya, fraktur kompresi vertebra, HNP akibat trauma, serta cedera yang mengenai saraf tulang belakang. Karena fungsinya melindungi sumsum tulang belakang, cedera ini harus ditangani hati-hati.
-
Trauma & Fraktur Ekstremitas Atas
Cedera pada bahu, siku, lengan bawah, pergelangan tangan, dan tangan sering terjadi akibat jatuh, olahraga, atau benturan langsung. Misal dislokasi bahu, robekan labrum bahu, dislokasi siku, dan patah tulang siku pada anak. Patah lengan bawah atau pergelangan tangan biasanya karena jatuh dengan tangan menopang tubuh.
-
Trauma & Fraktur Ekstremitas Bawah
Cedera pinggul, lutut, tungkai, pergelangan kaki, atau kaki umum terjadi setelah jatuh, kecelakaan, atau aktifitas olahraga. Ini meliputi patah tulang pinggul, robeknya ACL, cedera meniskus, patah pergelangan kaki, atau keseleo berat. Karena bagian ini menopang berat badan, trauma pada ekstremitas bawah sangat mempengaruhi kemampuan berjalan & keseimbangan.
Gejala Trauma & Fraktur dan Kapan ke Spesialis
Cedera tulang dan sendi akibat trauma sering menyebabkan nyeri mendadak dan keterbatasan fungsi. Bila cedera ringan dapat sembuh dengan istirahat, gejala berat atau menetap bisa menunjukkan fraktur/dislokasi/cedera ligamen yang memerlukan evaluasi medis.
Ciri-ciri umum trauma dan fraktur meliputi:
- Nyeri hebat di lokasi cedera, terutama setelah jatuh, kecelakaan, atau benturan langsung
- Bengkak, memar, atau nyeri tekan di sekitar tulang atau sendi yang terkena
- Bentuk tubuh tak biasa atau posisi anggota gerak tidak wajar
- Sulit menggerakkan bagian yang cedera atau tidak mampu menahan beban tubuh di tungkai
- Kebas, kesemutan, atau lemah, yang bisa menandakan adanya keterlibatan saraf
- Ketidakstabilan sendi, terutama setelah cedera ligamen seperti ACL atau keseleo berat pergelangan kaki
Gejala tersebut bisa menjadi tanda gangguan pinggul yang perlu evaluasi medis. Deteksi dini oleh spesialis akan membantu menentukan penyebab dan perawatan terbaik, mengembalikan fungsi pinggul & mencegah komplikasi jangka panjang.
Perawatan Khusus Kami untuk Trauma & Fraktur
Penanganan trauma ortopedi tergantung lokasi dan tingkat keparahan cedera. Sebagian bisa diatasi hanya dengan imobilisasi dan rehabilitasi, namun untuk fraktur serius atau cedera jaringan lunak parah, mungkin dibutuhkan operasi untuk menstabilkan tulang/memperbaiki jaringan/ memulihkan fungsi sendi.
Operasi Lutut
Artroskopi Lutut
Artroskopi lutut adalah prosedur minimal invasif dengan sayatan kecil dan kamera untuk memeriksa serta menangani cedera di dalam sendi lutut. Umumnya digunakan untuk menangani kerusakan tulang rawan akibat trauma, mengangkat fragmen lepas setelah cedera, dan menangani cedera lutut terkait olahraga.
Operasi Rekonstruksi ACL
Operasi rekonstruksi ACL dilakukan ketika ligamen anterior cruciatum lutut robek, biasanya akibat olahraga atau gerakan memutar mendadak. Ligamen yang rusak diganti jaringan tendon agar stabilitas lutut pulih dan pasien dapat kembali beraktivitas.
Operasi Perbaikan & Penggantian Meniskus
Operasi meniskus dilakukan untuk memperbaiki robekan pada tulang rawan bantalan sendi lutut. Tergantung jenis dan tingkat keparahan cedera, meniskus yang robek bisa diperbaiki atau diganti agar fungsi sendi pulih dan nyeri lutut pascatrauma berkurang.
Operasi Pinggul
Operasi Penggantian Parsial Pinggul
Penggantian parsial pinggul berarti hanya mengganti bola sendi pinggul yang rusak dengan tetap mempertahankan rongganya. Umumnya prosedur ini untuk beberapa jenis patah tulang pinggul pada lansia, sehingga mobilitas kembali dan nyeri berkurang.
Operasi Penggantian Total Pinggul
Penggantian total pinggul melibatkan penggantian seluruh bola dan rongga sendi pinggul dengan komponen buatan. Untuk kasus trauma, bisa direkomendasikan pada fraktur kompleks atau saat permukaan sendi rusak parah.
Artroskopi Pinggul
Artroskopi pinggul adalah prosedur minimal invasif menggunakan sayatan kecil dan kamera untuk memeriksa dan menangani masalah dalam sendi pinggul, termasuk robekan labrum akibat trauma, cedera tulang rawan, atau fragmen lepas di dalam sendi setelah cedera.
Operasi Bahu & Ekstremitas Atas
Artroskopi Bahu
Artroskopi bahu adalah prosedur minimal invasif untuk diagnosis dan perawatan cedera dalam sendi bahu. Umumnya untuk menangani kerusakan tulang rawan akibat trauma, robekan labrum, atau peradangan pasca cedera bahu.
Operasi Stabilitas Bahu
Operasi ini dilakukan untuk menangani dislokasi bahu berulang atau ketidakstabilan usai cedera, dengan memperbaiki serta mengencangkan struktur penyangga sendi agar mencegah dislokasi ulang.
Perbaikan Rotator Cuff
Perbaikan rotator cuff dilakukan ketika satu atau lebih tendon robek, biasanya akibat jatuh atau cedera saat mengangkat. Tendon disambungkan kembali ke tulang untuk memulihkan kekuatan serta pergerakan bahu.
Operasi Siku
Operasi siku dapat dibutuhkan untuk cedera, seperti patah tulang siku, kerusakan ligamen, atau ketidakstabilan sendi. Prosedur dapat berupa perbaikan ligamen, fiksasi fraktur, atau pengangkatan jaringan rusak, sesuai kebutuhan.
Operasi Tulang Belakang
Operasi HNP (Herniated Nucleus Pulposus)
Operasi HNP dilakukan bila bantalan tulang belakang menekan saraf dan menyebabkan nyeri, kelemahan, atau baal. Prosedur bertujuan mengurangi atau menghilangkan penekanan pada saraf dan mengembalikan fungsi normal.
Operasi Dekompresi Tulang Belakang
Dekompresi tulang belakang bertujuan melepaskan tekanan pada saraf tulang belakang akibat trauma, cedera diskus atau kelainan struktur tulang belakang. Dengan memperluas ruang saraf, gejala nyeri atau neurologis berkurang.
Operasi Tulang Belakang Minimal Invasif
Operasi minimal invasif pada tulang belakang menggunakan alat dan sayatan lebih kecil untuk menangani cedera, meminimalkan kerusakan jaringan sembari mengatasi penyebab penekanan saraf.
Operasi Kaki & Pergelangan Kaki
Operasi Tendon Achilles
Operasi tendon Achilles dilakukan saat tendon tersebut putus, biasanya akibat olahraga atau gerakan mendadak. Tendon yang putus diperbaiki agar kekuatan dan pergerakan pergelangan kaki kembali normal.
Rekonstruksi Ligamen Pergelangan Kaki
Digunakan untuk cedera ligamen berat atau instabilitas kronis di pergelangan kaki setelah beberapa kali terkilir. Ligamen diperbaiki atau dibangun ulang untuk menjaga stabilitas sendi.
Operasi Tangan & Pergelangan Tangan
Layanan Lain
Bedah Olahraga
Bedah olahraga menangani cedera yang didapat saat beraktivitas fisik, seperti robekan ligamen, kerusakan tulang rawan, dan cedera tendon pada sendi seperti lutut, bahu, atau pergelangan kaki.
Ortopedi Anak
Ortopedi anak fokus pada fraktur dan cedera muskuloskeletal anak-anak. Penanganan disesuaikan tulang yang masih bertumbuh agar penyembuhan maksimal dan fungsi anggota gerak tetap terjaga.
Mengapa Pilih HC Bedah Ortopedi untuk Trauma & Fraktur
Tujuan kami membantu pasien pulih aman dari cedera trauma & kembali ke aktivitas dengan mobilitas dan fungsi optimal. Baik cedera karena jatuh, olahraga, atau kecelakaan, tim kami fokus diagnosis tepat dan perencanaan terapi terstruktur demi penyembuhan tulang & kesehatan muskuloskeletal jangka panjang.
Perawatan Trauma Ortopedi Berpengalaman
Pasien trauma & fraktur ditangani dokter ortopedi berpengalaman untuk segala kondisi otot-tulang, dengan evaluasi menyeluruh sehingga penanganan bisa disesuaikan sesuai jenis serta kebutuhan pemulihan.
Operasi Bila Dibutuhkan
Beberapa cedera traumatis mungkin memerlukan operasi untuk menstabilkan fraktur, memperbaiki ligamen, atau mengembalikan posisi sendi. Prosedur seperti fiksasi fraktur, rekonstruksi ligamen, serta operasi sendi dapat direkomendasikan sesuai kebutuhan dan target fungsi pasien.
Fokus pada Proses Pemulihan & Fungsi
Trauma & fraktur dapat mengganggu mobilitas, kekuatan, serta kemandirian. Terapi tidak hanya menstabilkan cedera tapi juga memulihkan gerak, membangun kekuatan, dan memfasilitasi pasien kembali ke aktivitas harian.
Keahlian Ortopedi Kolaboratif
HC Bedah Ortopedi dipimpin Dr Henry Chan, Dr Nicholas Yeoh, Dr Toon Dong Hao, dan Dr Tang Zhi Hao yang berpengalaman. Kolaborasi ini memungkinkan pasien trauma mendapat layanan terintegrasi terutama untuk fraktur kompleks atau cedera multijoint.
Perawatan Trauma & Fraktur Anda di HC Bedah Ortopedi
Trauma & fraktur dapat memengaruhi gerak, stabilitas, dan aktivitas harian. HC Bedah Ortopedi menitikberatkan pada identifikasi tingkat cedera & panduan rencana terapi yang terstruktur, dari awal pemeriksaan hingga pemulihan, untuk mendukung penyembuhan tulang, mengembalikan fungsi, serta memastikan kembali beraktivitas dengan aman.
Diagnosis
Perawatan
Rehabilitasi & Pemulihan
Siapa yang Berisiko Mengalami Trauma & Fraktur?
Trauma & fraktur bisa terjadi pada segala usia, namun beberapa faktor dan aktivitas meningkatkan risiko. Kecelakaan, stres berulang pada sendi, serta kepadatan tulang rendah dapat menambah risiko trauma muskuloskeletal.
Individu dengan risiko tinggi trauma/fraktur antara lain:
-
Lansia
Kekuatan tulang menurun akibat usia membuat tulang lebih rapuh & rentan patah. Jatuh adalah penyebab utama fraktur seperti tulang pinggul, pergelangan tangan, dan fraktur kompresi tulang belakang pada lansia.
-
Atlet & Individu Aktif
Olahraga serta aktivitas intens meningkatkan risiko robekan ACL, cedera meniskus, dislokasi bahu, & keseleo pergelangan kaki. Gerakan memutar mendadak, tabrakan, atau beban berulang dapat menekan sendi & ligamen.
-
Pekerja Fisik
Pekerjaan yang sering mengangkat beban berat, bergerak berulang, bekerja di ketinggian, atau mengoperasikan mesin meningkatkan risiko kecelakaan & cedera muskuloskeletal.
-
Penderita Tulang Lemah
Kondisi medis tertentu, kurang nutrisi, atau penggunaan obat jangka panjang dapat memperlemah tulang & meningkatkan risiko fraktur bahkan akibat trauma ringan.
-
Pernah Cedera Sebelumnya
Orang dengan riwayat fraktur, cedera ligamen, atau ketidakstabilan sendi lebih berisiko mengalami cedera ulang, apalagi jika kekuatan & stabilitas sendi belum pulih sempurna.
Cara Mengurangi Risiko Trauma & Fraktur
-
Tingkatkan Keseimbangan & Kekuatan
Latihan penguatan otot dan keseimbangan membantu menurunkan risiko jatuh, terutama pada lansia. Latihan kekuatan dan keseimbangan mendukung stabilitas & koordinasi sendi.
-
Gunakan Alat Pelindung Saat Olahraga
Memakai perlengkapan pelindung selama berolahraga atau aktivitas fisik intens dapat mengurangi risiko cedera ligamen, dislokasi, ataupun fraktur. Sepatu dan pelapis pelindung yang tepat juga membantu melindungi sendi rentan.
-
Jaga Kesehatan Tulang
Asupan kalsium dan vitamin D, serta olahraga beban teratur mendukung kekuatan tulang. Tulang kuat lebih sulit patah bila jatuh atau cedera.
-
Teknik Gerak Aman
Teknik benar saat mengangkat beban atau melakukan aktivitas fisik membantu mengurangi tekanan sendi & mencegah cedera mendadak.
-
Kurangi Risiko Jatuh di Rumah
Bersihkan lantai dari benda yang mengganggu, pasang pegangan, dan pastikan pencahayaan memadai agar risiko jatuh berkurang – sangat penting untuk lansia yang rentan fraktur.

Apa yang Dilakukan Setelah Diduga Fraktur/Cedera
-
Imobilisasi Area Cedera
Usahakan anggota gerak yang cedera tidak banyak bergerak. Hindari menggerakkan bagian yang terluka tanpa perlu, karena dapat memperparah cedera atau membuat tulang tambah bergeser.
-
Jangan Bertumpu Berat
Bila cedera terjadi di tungkai, pinggul, pergelangan kaki, atau kaki; hindari berdiri ataupun berpijak pada anggota gerak yang cedera. Gunakan kruk atau minta bantuan orang lain agar beban tidak menambah cedera.
-
Kompres Dingin
Kompres dingin area cedera beberapa menit untuk kurangi nyeri dan bengkak. Bungkus kompres dengan kain agar tidak kontak langsung dengan kulit.
-
Segera Evaluasi Medis
Nyeri hebat, bentuk tak normal, bengkak, atau sulit gerak bisa menandakan patah tulang/cedera serius. Segera konsultasi dokter ortopedi untuk diagnosis & penanganan tepat agar penyembuhan optimal.
Biaya Perawatan Trauma & Fraktur di Singapura
Total biaya penanganan trauma dan fraktur di Singapura ditentukan diagnosis spesifik serta tindakan yang diperlukan. Biaya dapat berbeda tergantung pemeriksaan lanjutan, perlu tidaknya operasi, serta tingkat rawat lanjut.
Faktor Penentu Biaya
Beberapa faktor yang memengaruhi biaya perawatan trauma & fraktur di Singapura:
Jenis perawatan yang dibutuhkan
Tes diagnostik
Tingkat kesulitan operasi
Biaya rumah sakit dan fasilitas
Rehabilitasi pasca perawatan

Asuransi & Pembiayaan
Beberapa prosedur fraktur dan trauma dapat menggunakan saldo MediSave, tergantung klasifikasi sesuai Tabel Prosedur Bedah Singapura. Pasien dengan MediShield Life atau Polis Asuransi Terintegrasi juga bisa mendapatkan dukungan biaya rawat inap/operasi, membantu mengurangi beban biaya pribadi.
Untuk perkiraan lebih akurat, konsultasikan langsung ke klinik sesuai diagnosis serta rencana perawatan.
Perawatan Komprehensif Trauma & Fraktur di HC Bedah Ortopedi
Cedera dan fraktur bisa terjadi mendadak akibat jatuh, cedera olahraga, atau kecelakaan, melibatkan tulang, sendi, dan jaringan lunak. Karena cedera bisa mengganggu stabilitas, pergerakan, serta fungsi tumpuan – evaluasi segera penting untuk mengetahui tingkat kerusakan serta penanganan yang tepat. Penatalaksanaan yang cermat dan awal mendukung penyembuhan tulang, fungsi sendi, serta mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Perawatan Komprehensif Trauma & Fraktur di HC Bedah Ortopedi
Cedera dan fraktur bisa terjadi mendadak akibat jatuh, cedera olahraga, atau kecelakaan, melibatkan tulang, sendi, dan jaringan lunak. Karena cedera bisa mengganggu stabilitas, pergerakan, serta fungsi tumpuan – evaluasi segera penting untuk mengetahui tingkat kerusakan serta penanganan yang tepat. Penatalaksanaan yang cermat dan awal mendukung penyembuhan tulang, fungsi sendi, serta mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Tim Khusus Kami
Layanan trauma dan fraktur di HC Bedah Ortopedi dipimpin Dr Henry Chan bersama Dr Nicholas Yeoh, Dr Toon Dong Hao, serta Dr Tang Zhi Hao. Tim ini menangani beragam cedera muskuloskeletal, mulai fraktur, dislokasi sendi, sampai cedera ligamen & tendon. Dengan keahlian kolaboratif, perawatan diberikan sesuai kebutuhan spesifik pasien.
FAQ (Pertanyaan Umum) tentang Trauma & Fraktur
Bagaimana mengenali tanda patah tulang?
Perlukah segera ke dokter setelah cedera/jatuh?
Apakah fraktur selalu perlu operasi?
Berapa lama penyembuhan patah tulang?
Bolehkah berjalan/bergerak setelah patah tulang?
Apakah setelah patah tulang perlu fisioterapi?
Temui Tim Spesialis Kami

Dr Henry Chan
Direktur Medis & Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBBS (S’pore), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)
Dr Henry Chan adalah ahli bedah ortopedi berpengalaman yang berspesialisasi dalam penggantian sendi dan operasi revisi kompleks. Terlatih di Helios Endo-Klinik yang terkenal di Jerman di bawah beasiswa MOH HMDP, ia telah melakukan lebih dari 1,000 penggantian sendi dan berspesialisasi dalam teknik penggantian sendi berbantuan komputer dan robotik untuk hasil yang presisi.

Dr Nicholas Yeoh
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBChB (Edinburgh), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)
Dr Nicholas Yeoh adalah spesialis ortopedi yang diakreditasi MOH dan Fellow dari Royal College of Surgeons of Edinburgh. Terlatih fellowship dalam rekonstruksi pinggul dan lutut di Sydney di bawah beasiswa MOH HMDP, ia berspesialisasi dalam penggantian sendi minim invasif, operasi robotik, dan teknik lanjutan yang meningkatkan pemulihan serta hasil operasi.

Dr Toon Dong Hao
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBChB (Leeds), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)
Dr Toon Dong Hao adalah ahli bedah ortopedi yang terampil dan Fellow dari Royal College of Surgeons of Edinburgh. Terlatih fellowship dalam Bedah Bahu dan Siku Lanjutan di Sydney di bawah beasiswa MOH HMDP, Dr Toon berspesialisasi dalam cedera olahraga, operasi arthroscopic dan prosedur kompleks pada bahu, siku dan lutut untuk mengembalikan fungsi dan mobilitas.

Dr Tang Zhi Hao
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBBS (S’pore), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)
Dr Tang Zhi Hao adalah ahli bedah ortopedi yang terlatih fellowship dan berspesialisasi dalam kondisi kaki dan pergelangan. Ia menyelesaikan fellowship Bedah Kaki dan Pergelangan di Severance Hospital, Yonsei University Health System di Seoul di bawah Prof. Jin Woo Lee. Sebelum praktik swasta, ia menjabat sebagai Konsultan dan Wakil Kepala Bedah Ortopedi di Khoo Teck Puat Hospital.



