Logo HC Orthopaedic

Cedera Tulang Rawan Lutut:
Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Hiasan Banner Utama
Dokter Bedah Ortopedi, Dr. Henry Chan
Dr. Henry Chan
Direktur Medis & Konsultan Senior Ahli Bedah Ortopedi
MBBS (Singapura), MRCS (Edinburgh), MMed (Bedah Ortopedi), FRCS (Edinburgh)
Dokter Bedah Ortopedi, Dr Nicholas Yeoh
Dr Nicholas Yeoh
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBChB (Edinburgh), MRCS (Edinburgh), MMed (Bedah Ortopedi), FRCS (Edinburgh)
Dokter Bedah Ortopedi, Dr Toon Dong Hao
Dr Toon Dong Hao
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBChB (Leeds), MRCS (Edinburgh), MMed (Bedah Ortopedi), FRCS (Edinburgh)
Dokter Bedah Ortopedi, Dr Tang Zhi Hao
Dr Tang Zhi Hao
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBBS (Singapura), MRCS (Edinburgh), MMed (Bedah Ortopedi), FRCS (Edinburgh)
Cedera Tulang Rawan Lutut

Cedera lutut tidak selalu disertai patah tulang atau robekan ligamen. Dalam beberapa kasus, rasa sakit bisa disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan dan pelindung sendi. Anda mungkin merasakan ketidaknyamanan saat berjalan, pembengkakan setelah beraktivitas, atau sensasi lutut terasa tersangkut, terkunci, atau kurang stabil dari biasanya. Seiring waktu, gejala-gejala ini dapat membuat gerakan sehari-hari seperti menaiki tangga, berjongkok, atau berolahraga menjadi semakin sulit.

Salah satu penyebab yang mungkin adalah cedera tulang rawan lutut. Tulang rawan adalah jaringan halus dan pelindung yang menutupi ujung tulang di dalam sendi, sehingga memungkinkan tulang-tulang tersebut meluncur dengan lancar saat bergerak. Ketika jaringan ini rusak akibat cedera, tekanan berulang, atau keausan bertahap, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan penurunan fungsi sendi. Memahami gejala, penyebab, dan pilihan pengobatan untuk cedera tulang rawan lutut dapat membantu memandu perawatan yang tepat waktu dan mendukung pemulihan.

Penjelasan Mengenai Tanda dan Gejala

Apa saja tanda dan gejala cedera tulang rawan lutut?

Cedera tulang rawan lutut dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan gejala mekanis yang memengaruhi kelancaran pergerakan sendi. Gejala yang muncul dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan kerusakan tulang rawan.

  • Nyeri Lutut Saat Bergerak

    Rasa nyeri biasanya dirasakan di sendi lutut dan dapat memburuk saat melakukan aktivitas yang memberikan tekanan pada lutut, seperti jongkok, menaiki tangga, atau berdiri dalam waktu lama.

  • Pembengkakan pada Lutut

    Pembengkakan dapat terjadi akibat peradangan atau penumpukan cairan di dalam sendi. Hal ini dapat muncul segera setelah cedera atau berkembang secara bertahap akibat iritasi tulang rawan yang terus-menerus.

  • Kekakuan Lutut

    Beberapa orang mengalami kekakuan atau berkurangnya kelenturan pada lutut, yang dapat menyulitkan mereka untuk menekuk atau meluruskan sendi tersebut sepenuhnya.

  • Rasa Terkunci atau Terjepit

    Kadang-kadang lutut terasa seperti tersangkut atau sejenak macet saat bergerak. Hal ini dapat terjadi ketika serpihan tulang rawan yang lepas menghalangi gerakan sendi yang normal.

  • Rasa seperti digiling atau berbunyi klik

    Kerusakan pada permukaan tulang rawan dapat menyebabkan sendi bergerak kurang lancar, yang terkadang menimbulkan sensasi seperti bergesekan, berbunyi klik, atau berderak saat lutut digerakkan.

  • Penurunan Stabilitas Lutut Saat Beraktivitas

    Dalam beberapa kasus, kerusakan tulang rawan dapat membuat lutut terasa lebih lemah atau kurang stabil saat melakukan aktivitas yang membebani lutut, terutama saat berjalan, menaiki tangga, atau berolahraga.

Jika Anda mengalami gejala cedera tulang rawan lutut, para spesialis lutut kami di HC Orthopaedic dapat memeriksa kondisi Anda dan merekomendasikan perawatan yang tepat untuk mendukung pemulihan serta kesehatan lutut Anda.

Mengapa Hal Itu Terjadi

Apa Penyebab Cedera Tulang Rawan Lutut?

Cedera tulang rawan lutut dapat terjadi akibat trauma mendadak, tekanan berulang pada sendi, atau keausan tulang rawan secara bertahap seiring berjalannya waktu. Penyebab umum antara lain:

  1. Trauma atau Cedera

    Gerakan memutar yang tiba-tiba, benturan langsung, atau terjatuh dapat merusak tulang rawan di lutut. Cedera-cedera ini sering terjadi saat berolahraga atau akibat kecelakaan yang memberikan tekanan pada sendi.

  2. Tekanan Berulang pada Lutut

    Gerakan membungkuk, melompat, atau aktivitas berdampak tinggi yang dilakukan berulang kali dapat secara bertahap membebani tulang rawan. Seiring waktu, tekanan berulang ini dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan.

  3. Kerusakan Akibat Penuaan

    Seiring bertambahnya usia, tulang rawan lutut secara alami menjadi lebih tipis dan kurang elastis. Hal ini dapat membuat sendi menjadi lebih rentan terhadap cedera atau degenerasi.

  4. Osteoartritis Lutut

    Gangguan sendi degeneratif seperti osteoartritis lutut dapat secara bertahap merusak tulang rawan di dalam lutut, yang menyebabkan rasa sakit, kekakuan, dan penurunan fungsi sendi.

  5. Masalah Keselarasan Sendi

    Perbedaan struktural pada lutut atau posisi tungkai bawah dapat menyebabkan tekanan yang tidak merata di dalam sendi. Seiring waktu, beban yang tidak merata ini dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan.

Kenali Profil Risiko Anda

Apa saja faktor risiko cedera tulang rawan lutut?

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera tulang rawan lutut, terutama jika sendi lutut sering mengalami tekanan berulang atau pernah mengalami cedera sebelumnya.

  1. Usia

    Tulang rawan secara bertahap kehilangan elastisitasnya seiring bertambahnya usia, yang dapat membuatnya lebih rentan terhadap keausan dan cedera seiring berjalannya waktu.

  2. Keikutsertaan dalam Olahraga Berdampak Tinggi

    Olahraga seperti sepak bola, bola basket, dan lari memberikan beban yang cukup berat pada sendi lutut dan dapat meningkatkan risiko kerusakan tulang rawan.

  3. Otot-otot yang Lemah di Sekitar Lutut

    Kelemahan pada otot paha depan, otot paha belakang, atau otot pinggul dapat mengurangi dukungan sendi dan meningkatkan tekanan pada tulang rawan lutut.

  4. Ketegangan Akibat Pekerjaan

    Pekerjaan yang mengharuskan sering berlutut, berjongkok, atau mengangkat beban berat dapat menimbulkan tekanan terus-menerus pada sendi lutut.

  5. Cedera Lutut Sebelumnya

    Cedera ligamen, meniskus, atau lutut yang pernah dialami sebelumnya dapat mengubah mekanika sendi dan meningkatkan risiko kerusakan tulang rawan.

  6. Riwayat Keluarga Terkait Masalah Sendi

    Faktor genetik mungkin membuat sebagian orang lebih rentan mengalami masalah sendi atau degenerasi tulang rawan yang lebih dini.

  7. Kelebihan Berat Badan

    Kelebihan berat badan menambah beban pada sendi lutut selama aktivitas sehari-hari, yang dapat mempercepat kerusakan tulang rawan.

Perjalanan Anda

Apa Saja Tingkat Keparahan Cedera Tulang Rawan Lutut?

Cedera tulang rawan lutut sering diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkatan berdasarkan tingkat kerusakan pada permukaan tulang rawan. Klasifikasi ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan cedera dan menentukan pengobatan yang tepat.

1

Tahap 1 (Pelunakan Tulang Rawan)

Ini adalah bentuk cedera tulang rawan yang paling ringan. Tulang rawan menjadi lebih lunak dari biasanya, tetapi tetap utuh. Gejalanya mungkin berupa rasa tidak nyaman ringan atau pembengkakan sesekali, tetapi pergerakan sendi biasanya tidak terlalu terpengaruh.
2

Tingkat 2 (Kerusakan Permukaan)

Retakan atau celah kecil muncul pada permukaan tulang rawan. Meskipun kerusakan tersebut tidak menjangkau bagian dalam sendi, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, atau kekakuan saat melakukan aktivitas yang membebani lutut.
3

Tingkat 3 (Kerusakan Tulang Rawan yang Parah)

Pada tahap ini, terjadi retakan yang lebih dalam atau penipisan pada tulang rawan. Kerusakan tersebut dapat meluas ke bagian yang lebih luas dari lapisan tulang rawan, yang dapat menyebabkan rasa sakit yang semakin parah, pembengkakan, dan penurunan fungsi sendi.
4

Tingkat 4 (Kehilangan Tulang Rawan Seluruh Ketebalannya)

Ini adalah bentuk cedera tulang rawan yang paling parah. Lapisan tulang rawan pada area yang terkena telah terkikis habis, sehingga tulang di bawahnya terlihat. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, pembengkakan, dan kesulitan dalam menggerakkan lutut.
Di HC Orthopaedic , para spesialis kami berpengalaman dalam menangani cedera tulang rawan lutut pada semua tingkat keparahan, serta menawarkan rencana perawatan yang disesuaikan untuk membantu meredakan nyeri dan memulihkan fungsi sendi.

Memahami Penilaian Anda

Bagaimana Cara Mendiagnosis Cedera Tulang Rawan Lutut ?

Diagnosis cedera tulang rawan lutut dimulai dengan evaluasi klinis yang cermat untuk memahami penyebab nyeri lutut dan menilai kondisi sendi. Dokter spesialis ortopedi Anda akan meninjau gejala yang Anda alami, mendiskusikan bagaimana cedera tersebut terjadi, serta memeriksa lutut Anda untuk mengetahui adanya pembengkakan, nyeri tekan, dan keterbatasan gerak. Jika diduga terjadi cedera tulang rawan, mungkin akan direkomendasikan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis dan mengevaluasi tingkat keparahan kerusakan.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Cedera Tulang Rawan Lutut?
  • Pemeriksaan Fisik

    Selama pemeriksaan, dokter Anda akan memeriksa posisi lutut, stabilitas sendi, dan rentang gerak. Gerakan tertentu atau tekanan yang diberikan pada bagian-bagian tertentu di lutut dapat membantu mengidentifikasi apakah kerusakan tulang rawan turut menyebabkan gejala-gejala tersebut.

  • Sinar-X

    Sinar-X tidak dapat menampilkan tulang rawan secara langsung, tetapi dapat membantu menyingkirkan kemungkinan adanya patah tulang, kelainan tulang, atau tanda-tanda radang sendi yang mungkin menjadi penyebab nyeri lutut.

  • MRI

    Pemeriksaan MRI memberikan gambaran terperinci mengenai jaringan lunak lutut, termasuk tulang rawan, ligamen, dan meniskus. Pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk memastikan adanya cedera tulang rawan serta menentukan tingkat keparahan dan lokasi kerusakan.

  • Artroskopi

    Dalam beberapa kasus, artroskopi lutut dapat dilakukan untuk memeriksa sendi secara lebih mendetail. Prosedur invasif minimal ini memungkinkan dokter spesialis untuk melihat tulang rawan secara langsung menggunakan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam sendi lutut.

Menjelajahi Pilihan Pengobatan

Perawatan Cedera Tulang Rawan Lutut di Singapura

Perawatan untuk cedera tulang rawan lutut bertujuan untuk meredakan nyeri, meningkatkan fungsi sendi, dan melindungi tulang rawan yang tersisa. Pendekatan perawatan yang tepat bergantung pada faktor-faktor seperti tingkat keparahan cedera, lokasi kerusakan tulang rawan, dan tingkat aktivitas pasien. Dalam banyak kasus, gejala dapat ditangani dengan perawatan non-bedah, sementara cedera yang lebih parah mungkin memerlukan prosedur khusus.

Perawatan Konservatif

  • Istirahat dan Penyesuaian Aktivitas

    Mengurangi aktivitas yang memberikan beban berlebihan pada lutut dapat membantu meminimalkan iritasi dan memungkinkan sendi untuk pulih.

  • Fisioterapi

    Latihan yang ditargetkan memperkuat otot-otot di sekitar lutut, meningkatkan stabilitas sendi, dan mengurangi tekanan pada tulang rawan yang rusak.

  • Obat-obatan

    Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan.

  • Terapi Injeksi

    Dalam kasus-kasus tertentu, suntikan dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi gejala. Suntikan kortikosteroid dapat mengurangi peradangan, sedangkan suntikan asam hialuronat dapat meningkatkan pelumasan sendi pada kondisi tertentu.

  • Penopang atau Pembalut

    Penjepit lutut atau teknik pembalutan dapat memberikan dukungan tambahan pada sendi dan membantu mengurangi tekanan pada tulang rawan saat bergerak.

Perawatan Bedah

  • Debridemen Artroskopik

    Prosedur invasif minimal ini mengangkat fragmen tulang rawan yang lepas dan menghaluskan permukaan tulang rawan yang rusak guna meningkatkan kelancaran gerakan sendi.

  • Operasi Mikrofraktur

    Lubang-lubang kecil dibuat pada tulang di bawahnya untuk merangsang pertumbuhan fibrokartilago baru yang dapat membantu mengisi kerusakan pada kartilago.

  • Perbaikan dan Pemulihan Tulang Rawan

    Teknik-teknik canggih seperti implantasi kondrosit autologus (ACI) dapat digunakan pada pasien tertentu untuk memperbaiki kerusakan tulang rawan fokal.

  • Cangkok Osteokondral

    Tulang rawan dan tulang yang sehat dapat ditransplantasikan untuk menggantikan bagian tulang rawan yang rusak di lutut.

  • Operasi Penyesuaian Sendi (Osteotomi)

    Dalam beberapa kasus, prosedur bedah untuk mengoreksi posisi tulang-tulang di sekitar lutut dapat mengalihkan beban dari tulang rawan yang rusak dan mengurangi tekanan pada sendi.

  • Operasi Penggantian Lutut

    Pada kasus degenerasi sendi yang parah dengan kerusakan tulang rawan yang luas, penggantian lutut sebagian atau total dapat dipertimbangkan untuk memulihkan fungsi sendi.

Membimbing Anda Menuju Pemulihan

Atasi Cedera Tulang Rawan Lutut di HC Orthopaedic

Foto Kelompok HC Orthopaedic

Cedera tulang rawan lutut dapat secara bertahap memengaruhi kelancaran gerakan sendi, sehingga aktivitas seperti berjalan, menaiki tangga, atau berolahraga menjadi semakin sulit. Karena kerusakan tulang rawan tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas pada awalnya, kondisi ini dapat memburuk seiring waktu jika masalah dasarnya tidak ditangani. Melakukan pemeriksaan tepat waktu dan menjalani pengobatan yang tepat dapat membantu mengelola gejala, melindungi sendi, serta mendukung pemulihan untuk kembali melakukan aktivitas sehari-hari.

Logo HC Orthopaedic

Tim Ahli Kami

Di HC Orthopaedic , pasien dengan cedera tulang rawan lutut mendapatkan perawatan komprehensif yang disesuaikan dengan tingkat keparahan dan jenis kondisi mereka. Klinik ini dipimpin oleh Dr Henry Chan, bersama Dr Nicholas Yeoh, Dr Toon Dong Hao dan Dr Tang Zhi Hao, yang secara kolektif memiliki keahlian ortopedi yang luas dalam menangani kondisi lutut dan tungkai bawah. Tim kami bekerja sama secara erat dengan setiap pasien untuk menyusun rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing guna mendukung pemulihan dan kesehatan lutut jangka panjang.

Jawaban atas Pertanyaan Anda

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Mengenai Cedera Tulang Rawan Lutut

Apakah cedera tulang rawan lutut bisa sembuh dengan sendirinya?

Cedera tulang rawan ringan dapat membaik dengan istirahat yang cukup, fisioterapi yang tepat, dan penyesuaian gaya hidup. Namun, pasien dengan cedera yang parah atau luas umumnya memerlukan penanganan medis yang tepat waktu untuk mengatasi masalah tersebut dan meminimalkan risiko memburuknya fungsi sendi.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari cedera tulang rawan?

Waktu pemulihan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cedera dan jenis pengobatan yang dilakukan. Untuk kasus yang tidak terlalu parah dan ditangani secara konservatif, pemulihan mungkin memerlukan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Pada kasus yang memerlukan pembedahan, proses penyembuhan awal biasanya memakan waktu 3–6 bulan, sedangkan rehabilitasi penuh untuk aktivitas yang melibatkan dampak lebih besar dapat memakan waktu hingga 12 bulan atau lebih.

Apakah tulang rawan dapat tumbuh kembali secara alami?

Tulang rawan lutut memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk sembuh atau beregenerasi secara alami karena tidak adanya suplai darah. Namun, teknik-teknik canggih, seperti operasi mikrofraktur, implantasi kondrosit autologus (ACI), atau terapi sel punca mesenkim, dirancang untuk merangsang perbaikan tulang rawan dan mendorong regenerasi jaringan, sehingga menawarkan pilihan yang lebih baik untuk menangani cedera tulang rawan secara efektif.

Apakah cedera tulang rawan dapat menyebabkan radang sendi?

Cedera tulang rawan yang tidak diobati atau parah dapat menyebabkan osteoartritis seiring berjalannya waktu. Kerusakan pada tulang rawan dapat mengubah mekanisme sendi lutut, sehingga meningkatkan keausan pada struktur di sekitarnya. Menangani cedera tulang rawan secara cepat, baik melalui metode konservatif maupun bedah, dapat membantu menjaga kesehatan sendi, memperlambat perkembangan kerusakan, dan mengurangi risiko osteoartritis.

Kapan operasi diperlukan untuk cedera tulang rawan lutut?

Operasi dapat dipertimbangkan jika gejala tetap berlanjut meskipun telah dilakukan pengobatan konservatif seperti fisioterapi, pengobatan obat-obatan, atau penyesuaian aktivitas. Keputusan tersebut biasanya bergantung pada faktor-faktor seperti ukuran dan lokasi kerusakan tulang rawan, tingkat aktivitas pasien, serta tingkat keparahan gejala pada lutut.
Para Spesialis Ortopedi Kami

Kenali Tim Spesialis Kami

Tim kami terdiri dari Dr Henry Chan, Dr Nicholas Yeoh, Dr Toon Dong Hao, dan Dr Tang Zhi Hao para ahli bedah ortopedi berpengalaman yang memiliki keahlian di bidang subspesialisasi serta menerapkan pendekatan perawatan yang berpusat pada pasien.

Dokter Bedah Ortopedi, Dr. Henry Chan

Dr. Henry Chan

Direktur Medis & Konsultan Senior Ahli Bedah Ortopedi

MBBS (Singapura), MRCS (Edinburgh), MMed (Bedah Ortopedi), FRCS (Edinburgh)

Dr. Henry Chan adalah seorang ahli bedah ortopedi berpengalaman yang mengkhususkan diri dalam penggantian sendi dan operasi revisi kompleks. Ia menempuh pendidikan di Helios Endo-Klinik yang terkenal di Jerman melalui beasiswa MOH HMDP, dan telah melakukan lebih dari 1.000 prosedur penggantian sendi. Ia mengkhususkan diri dalam teknik penggantian sendi yang dibantu komputer dan robotik untuk hasil yang presisi.

Tentang Dr. Chan
Dokter Bedah Ortopedi, Dr Nicholas Yeoh

Dr Nicholas Yeoh

Konsultan Senior Bedah Ortopedi

MBChB (Edinburgh), MRCS (Edinburgh), MMed (Bedah Ortopedi), FRCS (Edinburgh)

Dr Nicholas Yeoh seorang spesialis ortopedi yang terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan (MOH) dan Fellow dari Royal College of Surgeons of Edinburgh. Setelah menyelesaikan program fellowship dalam bidang rekonstruksi pinggul dan lutut di Sydney melalui beasiswa HMDP dari Kementerian Kesehatan (MOH), beliau mengkhususkan diri dalam penggantian sendi dengan metode minimal invasif, bedah robotik, serta teknik-teknik canggih yang mempercepat pemulihan dan meningkatkan hasil bedah.

Tentang Dr. Yeoh
Dokter Bedah Ortopedi, Dr Toon Dong Hao

Dr Toon Dong Hao

Konsultan Senior Bedah Ortopedi

MBChB (Leeds), MRCS (Edinburgh), MMed (Bedah Ortopedi), FRCS (Edinburgh)

Dr Toon Dong Hao seorang ahli bedah ortopedi yang berpengalaman dan Fellow dari Royal College of Surgeons of Edinburgh. Setelah menyelesaikan program fellowship dalam Bedah Bahu dan Siku Tingkat Lanjut di Sydney melalui beasiswa MOH HMDP, Dr. Toon mengkhususkan diri dalam penanganan cedera olahraga, bedah artroskopi, serta prosedur kompleks pada bahu, siku, dan lutut untuk memulihkan fungsi dan mobilitas.

Tentang Dr. Toon
Dokter Bedah Ortopedi, Dr Tang Zhi Hao

Dr Tang Zhi Hao

Konsultan Senior Bedah Ortopedi

MBBS (Singapura), MRCS (Edinburgh), MMed (Bedah Ortopedi), FRCS (Edinburgh)

Dr Tang Zhi Hao seorang ahli bedah ortopedi yang telah menyelesaikan program fellowship dan berspesialisasi dalam gangguan pada kaki dan pergelangan kaki. Ia menyelesaikan program fellowship Bedah Kaki dan Pergelangan Kaki di Rumah Sakit Severance, Yonsei University Health System di Seoul, di bawah bimbingan Profesor Jin Woo Lee. Sebelum membuka praktik swasta, ia menjabat sebagai Konsultan dan Wakil Kepala Bagian Ortopedi di Rumah Sakit Khoo Teck Puat.

Tentang Dr. Tang
Logo HC Orthopaedic
Hubungi Kami
Silakan hubungi klinik yang bersangkutan melalui nomor-nomor di bawah ini.
Pusat Medis Mount Elizabeth Orchard
Telp :  6732 8848
Pusat Spesialis Mount Elizabeth Novena
Telp :  6950 4828
Pusat Kesehatan Gleneagles
Telp :  6265 1088
Pusat Kesehatan Parkway East
Telp :  6786 1838
Logo HC Orthopaedic
Hubungi Dokter Kami
Silakan hubungi dokter kami secara langsung melalui WhatsApp di bawah ini.
Dokter Bedah Ortopedi, Dr. Henry Chan
Dr. Henry Chan
WhatsApp: 9755 5366
Dokter Bedah Ortopedi, Dr Nicholas Yeoh
Dr Nicholas Yeoh
WhatsApp: 9723 0488
Dokter Bedah Ortopedi, Dr Toon Dong Hao
Dr Toon Dong Hao
WhatsApp: 8035 8388
Dokter Bedah Ortopedi, Dr Tang Zhi Hao
Dr Tang Zhi Hao
WhatsApp: 8972 2388