




Panduan Lengkap Pengobatan Arthritis di Singapura
Seiring bertambah usia, kita mulai merasakan nyeri di sendi, terutama saat malam hari yang dingin. Cedera lama di masa muda pun bisa kambuh dan menyebabkan rasa sakit di area yang sama. Panduan ini mencakup seluruh informasi yang Anda butuhkan tentang arthritis serta berbagai pilihan pengobatan di Singapura. Termasuk pula penjelasan proses diagnosis dan upaya pencegahan arthritis.
Apa itu arthritis?

Arthritis adalah kondisi saat beberapa sendi di tubuh mengalami peradangan. Bisa terjadi di bagian mana pun, namun paling sering menyerang area yang sering menopang beban seperti lutut, pinggul, kaki, dan tulang belakang.
Peradangan ini membuat area sendi menjadi bengkak dan sensitif, sehingga timbul rasa nyeri tiap kali mendapat tekanan. Selain itu, sendi jadi kaku dan bila makin parah, fungsinya pun terus menurun sesuai usia.
Di Singapura, arthritis banyak dialami oleh kalangan lansia. Studi independen menunjukkan hampir 40% manula menderita nyeri lutut selama lebih dari lima tahun. Namun, hanya setengahnya yang berkonsultasi ke dokter untuk pengobatan, sementara sisanya membiarkan penyakit berpotensi melumpuhkan ini tanpa penanganan.
Jenis arthritis apa saja yang paling umum di Singapura?
Arthritis dapat muncul dengan berbagai manifestasi. Sejak ditemukan dokter Perancis Dr. Landré-Beauvais tahun 1800, telah diketahui lebih dari seratus jenis arthritis dengan penyebab dan pengobatan beragam.
Dari sekian banyak tipe arthritis, dua yang paling sering ditemui adalah osteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (RA).
Di Singapura, rheumatoid arthritis adalah arthritis kronis yang paling sering dijumpai, terutama di usia 40 hingga 60 tahun.
Rheumatoid arthritis timbul karena kelainan autoimun, dimana sistem pertahanan tubuh malah menyerang jaringan sendiri, termasuk otot, kulit, paru, pembuluh darah, saraf, bahkan mata. Jika dibiarkan, kerusakan makin parah dan akhirnya bisa menyebabkan disabilitas berat.
Apa penyebab arthritis?

Penyebab arthritis beragam, tergantung jenisnya.
Osteoarthritis merupakan salah satu jenis arthritis yang bisa menyerang siapa pun. Usia tua membuat tulang rawan sendi makin tipis, lalu infeksi atau cedera dapat mempercepat proses kerusakan tulang rawan hingga nyeri sendi pun bertambah parah.
Seperti dijelaskan sebelumnya, rheumatoid arthritis terjadi karena sistem kekebalan menyerang sendi tubuh sendiri, menyebabkan tulang rawan aus dan sendi terasa sakit.
Serangan imun ini juga menyerang jaringan sinovium yang menghasilkan cairan sendi sebagai pelumas. Fungsinya mirip 'oli' bagi tubuh, mencegah gesekan antarsendi. Bila pelumas hilang, gesekan bertambah sehingga mudah terjadi kerusakan.
Ada satu kemiripan: faktor risiko utama kedua jenis arthritis itu adalah riwayat keluarga dan genetika. Bila ada keluarga yang terkena arthritis, risiko Anda juga meningkat. Jadi, bila berusia di atas 40 dan sering nyeri sendi, periksakan ke dokter untuk diagnosis yang tepat.
Apa saja gejala arthritis?
Jika Anda ragu apakah nyeri lutut Anda hanya kram biasa atau gejala arthritis, mari kenali ciri-ciri dan tanda peringatan awal arthritis berikut.
Karena arthritis memiliki banyak jenis, daftar gejalanya pun sangat bervariasi. Masing-masing tipe punya tanda khas sendiri yang perlu diwaspadai.
Ada beberapa gejala serupa yang dapat menjadi acuan kapan harus ke dokter, diantaranya:
- Nyeri sendi
- Sendi terasa kaku dan nyeri jika disentuh
- Pembengkakan di dalam atau sekitar sendi
- Gerak sendi terbatas
- Kulit di sekitar sendi memerah
- Otot terasa lemah
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas dan berusia 40–60 tahun, penting memeriksakan diri ke dokter agar dapat didiagnosis secara akurat dan mendapat pengobatan yang tepat.
Ke dokter mana saya harus pergi jika terkena arthritis di Singapura?

Masyarakat umumnya berkonsultasi ke dokter umum atau poliklinik untuk penyakit sehari-hari.
Karena arthritis dianggap penyakit umum di Singapura, banyak orang mencari obat dan salep di poliklinik. Namun bila gejala sudah berat, dokter bisa merujuk ke spesialis tulang atau rheumatologist yang khusus menangani masalah sendi dan otot.
Di dokter spesialis, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan tipe arthritis, tingkat keparahannya, dan perencanaan terapi hingga perawatan pasca pengobatan.
Siapa saja yang memiliki risiko lebih tinggi terkena arthritis?
Tak hanya faktor usia, banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap arthritis.
Risiko terkena arthritis dipengaruhi banyak hal, mulai dari pola makan, aktivitas harian, hingga faktor genetik atau jenis kelamin. Faktor-faktor utamanya antara lain:
- Riwayat keluarga
Seperti disebutkan sebelumnya, bila orang tua atau saudara kandung menderita arthritis, risiko Anda pun meningkat akibat faktor keturunan dan lingkungan.
- Usia
Semakin tua, semakin besar risiko terkena arthritis, khususnya umur 40–60 tahun.
- Jenis kelamin
Perempuan lebih berisiko terkena rheumatoid arthritis, sementara laki-laki lebih rentan terkena asam urat.
- Cedera sebelumnya
Orang dengan riwayat cedera sendi memiliki peluang lebih tinggi menderita arthritis karena sendi sudah tidak lagi sekuat dulu dan mudah aus.
- Obesitas
Kelebihan berat badan menambah beban sendi, sehingga terjadi kerusakan jaringan lebih cepat dan meningkatkan risiko arthritis.
Apakah arthritis bisa disembuhkan?
Sayangnya, saat ini arthritis belum bisa disembuhkan total.
Cara terbaik menangani arthritis adalah mengontrol gejala dan memperbaiki fungsi sendi lewat pengobatan, terapi fisik, hingga operasi bila dibutuhkan.
Pengobatan arthritis

Tujuan utama pengobatan arthritis yaitu menjaga kesehatan sendi agar penderita tetap dapat aktif tanpa gangguan nyeri.
Pada kasus ringan atau tahap awal, dokter biasanya akan merekomendasikan obat. Obat yang umum digunakan antara lain:
- Obat penghilang nyeri
Bermanfaat mengurangi nyeri di area terdampak, namun tidak menghilangkan peradangan. Dapat dibeli bebas di apotek.
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
Dapat meredakan nyeri dan radang, beberapa tersedia bebas namun sebagian lainnya memerlukan resep.
- Salep topical
Krim dioleskan langsung ke kulit di area yang nyeri, berfungsi 'mengalihkan' sinyal rasa sakit ke otak sehingga nyeri sendi berkurang.
- Obat antireumatik pengubah penyakit (DMARDs)
Khasiatnya memperlambat atau menghentikan kerusakan sendi akibat rheumatoid arthritis, biasanya dikombinasikan dengan obat biologis.
- Kortikosteroid
Berperan mengatasi peradangan dan menekan sistem imun supaya tidak menambah kerusakan pada sendi.
Obat-obatan diberikan berdasar tingkat keparahan yang dinilai dokter. Dalam beberapa kasus bisa dikombinasikan dengan fisioterapi untuk memperkuat sendi.
Pada kasus berat, operasi kadang diperlukan, baik dalam bentuk perbaikan sendi, penggantian sendi total, atau penyambungan sendi yang benar-benar rusak.
Mengelola arthritis

Mengendalikan arthritis di tengah nyeri bukanlah sesuatu yang mudah. Jika penyebabnya faktor keturunan atau kondisi diluar kendali, memang terasa kurang beruntung.
Namun sebagian besar penderita arthritis mengalaminya akibat gaya hidup kurang sehat. Jika gejala masih ringan sering kali diabaikan hingga semakin parah dan penanganannya lebih sulit.
Masih banyak cara untuk membantu mengendalikan arthritis sekaligus menurunkan gejala agar kualitas hidup membaik.
Mungkin terdengar kontradiktif, tapi tetap aktif penting bagi penderita arthritis. Olahraga ringan seperti berjalan sangat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan gerak sendi, memperbaiki suasana hati serta kesehatan keseluruhan.
Aktivitas fisik juga menurunkan risiko penyakit kronis juga, seperti diabetes dan penyakit jantung.
Dianjurkan untuk mengatur pola makan sehat dan seimbang, terutama bagi yang obesitas. Diet seimbang dan olahraga mempermudah penurunan berat badan agar masuk kategori sehat.
Menurunkan berat badan mengurangi beban di sendi, terutama pinggul dan lutut. Risiko aus jadi lebih kecil sehingga gejala pun ringan.
Dan satu hal penting: tidur cukup. Meski terkesan tak berhubungan, tidur sangat berpengaruh pada pemulihan sendi yang sehat. Rutinitas tidur baik mendukung proses pemulihan dan menjaga sendi tetap kuat; kurang tidur malah memperberat nyeri sendi.
Mencegah arthritis
Pepatah 'lebih baik mencegah daripada mengobati' juga berlaku bagi arthritis yang belum ada obat totalnya. Cara-cara pencegahannya mirip dengan langkah pengendalian gejala.
Kebiasaan seperti pola makan bergizi dan rutin bergerak sangat menentukan kesehatan sendi di masa depan. Menjaga gaya hidup sehat sejak usia muda dapat menyiapkan tubuh lebih tahan banting menghadapi penuaan.
Penting juga menjaga kesehatan sendi sejak dini. Cedera di masa muda kerap memicu masalah saat tua. Selalu perhatikan postur tubuh, baik waktu duduk maupun mengangkat benda berat.
Langkah kecil pun sudah cukup besar dampaknya untuk mencegah arthritis dan menjaga sendi tetap sehat di usia tua. Lakukan kebiasaan sehat sedari sekarang supaya tidak menyesal di kemudian hari. Jangan tunda, awali hidup sehat hari ini juga.
Temui Tim Spesialis Kami

Dr Henry Chan
Direktur Medis & Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBBS (S’pore), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)
Dr Henry Chan adalah ahli bedah ortopedi berpengalaman yang berspesialisasi dalam penggantian sendi dan operasi revisi kompleks. Terlatih di Helios Endo-Klinik yang terkenal di Jerman di bawah beasiswa MOH HMDP, ia telah melakukan lebih dari 1,000 penggantian sendi dan berspesialisasi dalam teknik penggantian sendi berbantuan komputer dan robotik untuk hasil yang presisi.

Dr Nicholas Yeoh
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBChB (Edinburgh), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)
Dr Nicholas Yeoh adalah spesialis ortopedi yang diakreditasi MOH dan Fellow dari Royal College of Surgeons of Edinburgh. Terlatih fellowship dalam rekonstruksi pinggul dan lutut di Sydney di bawah beasiswa MOH HMDP, ia berspesialisasi dalam penggantian sendi minim invasif, operasi robotik, dan teknik lanjutan yang meningkatkan pemulihan serta hasil operasi.

Dr Toon Dong Hao
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBChB (Leeds), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)
Dr Toon Dong Hao adalah ahli bedah ortopedi yang terampil dan Fellow dari Royal College of Surgeons of Edinburgh. Terlatih fellowship dalam Bedah Bahu dan Siku Lanjutan di Sydney di bawah beasiswa MOH HMDP, Dr Toon berspesialisasi dalam cedera olahraga, operasi arthroscopic dan prosedur kompleks pada bahu, siku dan lutut untuk mengembalikan fungsi dan mobilitas.

Dr Tang Zhi Hao
Konsultan Senior Bedah Ortopedi
MBBS (S’pore), MRCS (Edinburgh), MMed (Orthopaedic Surgery), FRCS (Edinburgh)
Dr Tang Zhi Hao adalah ahli bedah ortopedi yang terlatih fellowship dan berspesialisasi dalam kondisi kaki dan pergelangan. Ia menyelesaikan fellowship Bedah Kaki dan Pergelangan di Severance Hospital, Yonsei University Health System di Seoul di bawah Prof. Jin Woo Lee. Sebelum praktik swasta, ia menjabat sebagai Konsultan dan Wakil Kepala Bedah Ortopedi di Khoo Teck Puat Hospital.



